Cari Blog Ini

Kamis, 13 Juni 2013

Ciri Sastra Melayu Klasik

nggak usah banyak basa-basi, langsung saja kita simak :

Ciri-ciri karya sastra melayu klasik 1. Struktur bahasanya adalah melayu, sulit dipahami orang di zaman sekarang. 2. Merupakan sastra lisan atau diceritakan secara turun temurun. 3. Tidak diketahui siapa penciptanya alias anonim, sama halnya dengan pencipta lagu daerah. 4. Umumnya bersifat istana sentris aliskan menceritakan kehidupaan kerajaan. 5. Pengarangnya sangat taat terhadap aturan sastra yang ada. 6. Ceritanya nampak seperti gambaran masyarakat yang statis (taat dengan aturan yang ada). 7. Memakai bahasa yang klise (contoh pada suatu hari, alkisah, dll). Nilai-nilai dalam karya sastra melayu klasik 1. Nilai agama, berkaitan dengan kaidah agama yang terkandung dalam sastra melayu klasik. 2. Nilai moral, berkaitan dengan etika dan sopan santun. 3. Nilai sosial budaya, berkaitan dengan keadaan masyarakat pada waktu itu. Bagaimana? Sudah mulai lebih memahami mengenai karya sastra melayu klasik? Apabila sudah maka ucapkan syukur. Semoga artikel ini bisa membantu kalian semua yang membutuhkan, terima kasih.

Sabtu, 01 Juni 2013

Majas

Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh
efek-efek tertentu,
keseluruhan ciri bahasa
sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam
menyampaikan pikiran dan
perasaan, baik secara lisan maupun tertulis [1]. Jenis-jenis Majas Majas perbandingan Artikel utama untuk bagian ini
adalah: Majas perbandingan 1. Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui
kiasan atau
penggambaran. Contoh: Perjalanan hidup
manusia seperti sungai yang
mengalir menyusuri tebing-
tebing, yang kadang-kadang
sulit ditebak kedalamannya,
yang rela menerima segala sampah, dan yang pada
akhirnya berhenti ketika
bertemu dengan laut. 1. Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak
diselesaikan karena
sudah dikenal. Contoh: Sudah dua hari ia tidak
terlihat batang hidungnya. 1. Simile: Pengungkapan dengan perbandingan
eksplisit yang
dinyatakan dengan kata
depan dan penghubung,
seperti layaknya,
bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai". contoh: Kau umpama air aku
bagai minyaknya, bagaikan
Qais dan Laila yang dimabuk
cinta berkorban apa saja. 1. Metafora: Gaya Bahasa yang membandingkan
suatu benda dengan
benda lain karena
mempunyai sifat yang
sama atau hampir sama. contoh: Cuaca mendung karena sang raja siang enggan menampakkan diri. 1. Antropomorfisme: Metafora yang
menggunakan kata atau
bentuk lain yang
berhubungan dengan
manusia untuk hal yang
bukan manusia. 2. Sinestesia: Majas yang berupa suatu ungkapan
rasa dari suatu indra
yang dicurahkan lewat
ungkapan rasa indra
lainnya. 3. Antonomasia: Penggunaan sifat
sebagai nama diri atau
nama diri lain sebagai
nama jenis. 4. Aptronim: Pemberian nama yang cocok
dengan sifat atau
pekerjaan orang. 5. Metonimia: Pengungkapan berupa
penggunaan nama untuk
benda lain yang menjadi
merek, ciri khas, atau
atribut. Contoh: Karena sering
menghisap jarum, dia
terserang penyakit paru-paru. (Rokok merek Djarum) 1. Hipokorisme: Penggunaan nama
timangan atau kata yang
dipakai untuk
menunjukkan hubungan
karib. 2. Litotes: Ungkapan berupa penurunan
kualitas suatu fakta
dengan tujuan
merendahkan diri. Contoh: Terimalah kado yang
tidak berharga ini sebagai
tanda terima kasihku. 1. Hiperbola: Pengungkapan yang
melebih-lebihkan
kenyataan sehingga
kenyataan tersebut
menjadi tidak masuk
akal. Contoh: Gedung-gedung
perkantoran di kota-kota
besar telah mencapai langit. 1. Personifikasi: Pengungkapan dengan
menggunakan perilaku
manusia yang diberikan
kepada sesuatu yang
bukan manusia. Contoh: Hembusan angin di tepi pantai membelai rambutku. 1. Depersonifikasi: Pengungkapan dengan
tidak menjadikan benda-
benda mati atau tidak
bernyawa. 2. Pars pro toto: Pengungkapan sebagian
dari objek untuk
menunjukkan
keseluruhan objek. contoh:Sejak kemarin dia tidak
kelihatan batang hidungnya. 1. Totum pro parte: Pengungkapan
keseluruhan objek
padahal yang dimaksud
hanya sebagian. contoh:Indonesia bertanding
volly melawan Thailand. 1. Eufimisme: Pengungkapan kata-
kata yang dipandang
tabu atau dirasa kasar
dengan kata-kata lain
yang lebih pantas atau
dianggap halus. contoh:Dimana saya bisa
menemukan kamar kecilnya? 1. Disfemisme:
Pengungkapan
pernyataan tabu atau
yang dirasa kurang
pantas sebagaimana
adanya. 2. Fabel: Menyatakan perilaku binatang
sebagai manusia yang
dapat berpikir dan
bertutur kata. contoh:Perilakunya seperti ular
yang menggeliat. 1. Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai
tetapi dikiaskan atau
disamarkan dalam
cerita. 2. Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai
pengganti ungkapan
yang lebih pendek. 3. Eponim: Menjadikan nama orang sebagai
tempat atau pranata. contoh:Kita bermain ke rumah
Ina. 1. Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan
menggunakan simbol
atau lambang untuk
menyatakan maksud. 2. Asosiasi: perbandingan
terhadap dua hal yang
berbeda, namun
dinyatakan sama. Contoh: Masalahnya rumit,
susah mencari jalan keluarnya
seperti benang kusut. Majas sindiran Artikel utama untuk bagian ini
adalah: Majas sindiran 1. Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta
yang sebenarnya dan
mengatakan kebalikan
dari fakta tersebut. Contoh: Suaramu merdu
seperti kaset kusut. 1. Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar. 2. Sinisme: Ungkapan yang
bersifat mencemooh
pikiran atau ide bahwa
kebaikan terdapat pada
manusia (lebih kasar
dari ironi). Contoh: Kamu kan sudah
pintar ? Mengapa harus
bertanya kepadaku ? 1. Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme,
ironi, atau parodi, untuk
mengecam atau
menertawakan gagasan,
kebiasaan, dll. 2. Innuendo: Sindiran yang
bersifat mengecilkan
fakta sesungguhnya. Majas penegasan Artikel utama untuk bagian ini
adalah: Majas penegasan 1. Apofasis: Penegasan
dengan cara seolah-
olah menyangkal yang
ditegaskan. 2. Pleonasme: Menambahkan
keterangan pada
pernyataan yang sudah
jelas atau
menambahkan
keterangan yang sebenarnya tidak
diperlukan. Contoh: Saya naik tangga ke
atas. 1. Repetisi: Perulangan
kata, frasa, dan klausa
yang sama dalam suatu
kalimat. 2. Pararima: Pengulangan
konsonan awal dan akhir
dalam kata atau bagian
kata yang berlainan. 3. Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal
kata secara berurutan. 4. Paralelisme: Pengungkapan dengan
menggunakan kata,
frasa, atau klausa yang
sejajar. 5. Tautologi: Pengulangan kata dengan
menggunakan
sinonimnya. 6. Sigmatisme:
Pengulangan bunyi "s"
untuk efek tertentu. 7. Antanaklasis: Menggunakan
perulangan kata yang
sama, tetapi dengan
makna yang berlainan. 8. Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara
berturut-turut dari yang
sederhana/kurang
penting meningkat
kepada hal yang
kompleks/lebih penting. 9. Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara
berturut-turut dari yang
kompleks/lebih penting
menurun kepada hal
yang sederhana/kurang
penting. 10. Inversi: Menyebutkan
terlebih dahulu predikat
dalam suatu kalimat
sebelum subjeknya. 11. Retoris: Ungkapan pertanyaan yang
jawabannya telah
terkandung di dalam
pertanyaan tersebut. 12. Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa
unsur kalimat, yang
dalam susunan normal
unsur tersebut
seharusnya ada. 13. Koreksio: Ungkapan
dengan menyebutkan
hal-hal yang dianggap
keliru atau kurang tepat,
kemudian disebutkan
maksud yang sesungguhnya. 14. Polisindenton:
Pengungkapan suatu
kalimat atau wacana,
dihubungkan dengan
kata penghubung. 15. Asindeton: Pengungkapan suatu
kalimat atau wacana
tanpa kata penghubung. 16. Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan
keterangan tambahan di
antara unsur-unsur
kalimat. 17. Eksklamasio: Ungkapan
dengan menggunakan
kata-kata seru. 18. Enumerasio: Ungkapan
penegasan berupa
penguraian bagian demi
bagian suatu
keseluruhan. 19. Preterito: Ungkapan
penegasan dengan cara
menyembunyikan
maksud yang
sebenarnya. 20. Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk
menegaskan. 21. Kolokasi: Asosiasi tetap
antara suatu kata
dengan kata lain yang
berdampingan dalam
kalimat. 22. Silepsis: Penggunaan
satu kata yang
mempunyai lebih dari
satu makna dan yang
berfungsi dalam lebih
dari satu konstruksi sintaksis. 23. Zeugma: Silepsi dengan
menggunakan kata yang
tidak logis dan tidak
gramatis untuk
konstruksi sintaksis
yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang
rancu. Majas pertentangan Artikel utama untuk bagian ini
adalah: Majas pertentangan 1. Paradoks: Pengungkapan dengan
menyatakan dua hal
yang seolah-olah
bertentangan, namun
sebenarnya keduanya
benar. 2. Oksimoron: Paradoks dalam satu frasa. 3. Antitesis: Pengungkapan dengan
menggunakan kata-kata
yang berlawanan arti
satu dengan yang
lainnya. 4. Kontradiksi interminus: Pernyataan yang
bersifat menyangkal
yang telah disebutkan
pada bagian
sebelumnya. 5. Anakronisme: Ungkapan
yang mengandung
ketidaksesuaian dengan
antara peristiwa dengan
waktunya.

Menganalisis unsur - unsur yang terdapat dalam novel

Novel adalah salah satu karya sastra yang berbentuk prosa. Novel merupakan karya bentuk imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas permasalahan mengenai kehidupan seorang tokoh atau beberapa tokoh. Pada pembelajaran ini akan mengajak kamu untuk menemukan unsur intrinsik dan ekstrinsik pada sebuah novel. Unsur Intrinsik, yaitu unsur pembangun cerita yang berasal dari dalam cerita itu sendiri. Unsur ini meliputi berikut ini.
a. Tema, merupakan gagasan pokok cerita yang diangkat pengarang dalam novelnya. Tema dapat menyangkut segala persoalan di kehidupan. Antara lain masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, keagamaan, dan sebagainya. b. Penokohan, merupakan pelaku dalam cerita. c. Amanat, merupakan pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca melalui cerita dalam novel. Untuk menemukan sebuah amanat cerita, tidak cukup dengan membaca dua atau tiga paragraf saja, melainkan kamu harus membaca keseluruhan ceritanya. d. Setting, merupakan tempat, suasana, dan waktu terjadinya cerita dalam novel. e. Sudut pandang pengarang, yaitu kedudukan pengarang dalam memposisikan dirinya dalam suatu cerita. Aku-an, dia-an, atau sebagai orang yang serba tahu. f. Alur, merupakan pola pengembangan cerita berupa rangkaian peristiwa yang terjadi. Jenis-jenis alur, yaitu sebagai berikut. 1. Alur maju, yaitu alur atau jalan cerita yang disusun berdasarkan urutan waktu (naratif) dan urutan peristiwa (kronologis). 2. Alur mundur, yaitu alur atau jalan cerita yang mengembalikan cerita ke masa atau waktu sebelumnya. 3. Alur campuran (flashback), yaitu perpaduan antara alur maju dan alur mundur. Cerita bergerak dari bagian tengah, menuju ke awal, dilanjutkan ke akhir cerita. Bagian-bagian alur/peristiwa yaitu sebagai berikut. 1. Tahap pengenalan, tahap ini dimunculkan sebuah cerita dengan mengenalkan tokoh, situasi, latar, waktu, dan sebagainya. 2. Tahap peristiwa, tahap dimunculkannya suatu peristiwa sebagai penggerak cerita. 3. Tahap muncul konflik, tahap dimunculkannya permasalahan yang menimbulkan pertentangan dan ketegangan antartokoh. 4. Tahap konflik memuncak, tahap permasalahan/ ketegangan berada pada titik paling atas (puncak). 5. Tahap penyelesaian, tahap permasalahan mulai ada penyelesaian (jalan keluar) menuju ke akhir cerita. 6. Sudut pandang (point of view): cara pandang pengarang dalam menempatkan dirinya saat bercerita. Unsur ekstrinsik, yaitu unsur pembangun cerita yang berasal dari luar cerita. Namun, unsur ini cukup memengaruhi cerita yang dibuat. Unsur ini meliputi nilai moral, agama, sosial, budaya, pendidikan, ideologi yang melatarbelakangi kehidupan pengarang, dan bahasa. Novel dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu novel sastra (serius), novel populer, dan novel terjemahan. Novel Sastra Novel Populer Mengandu
ng
kebaruan
(inovasi),
kepaduan
(koherensi) , keaslian (orisnalitas
),
kematanga
n ( intelektual
itas), dan kedalaman
(
eksploratif
). Dibaca
untuk
menyempu
rnakan diri. Berfungsi
sosial. Menyimpan
nilai
keabdian. Isinya
mengungka
pkan
kenyataan. Diperhatik
an oleh para
kritikus
sastra. Contoh: Layar Terkembang,
Belenggu,
Sengsara
Membawa Nikmat, dan sebagainya. Kurang
menampilka
n unsur- unsur
seperti
pada novel sastra,
kurang
menampilka
n konflik batin, atau problem
sosio
kultural,
berakhir
happy-
anding. Dibaca
untuk
kepentinga
n hiburan semata. Berfungsi
personal. Menyimpan
nilai
kesementar
aan
(trowaway
novels). Isinya
hanya
merupakan
kenyataan
semu. Tidak diulas oleh para kritikus
sastra. Contoh: Lupus, Olga dan Sepatu Roda, dan sebagainya. Sekarang, coba kamu pahami latar belakang pengarang novel berikut, kemudian bacakan penggalan novelnya! Biografi N.H. Dini N.H. Dini lahir tanggal 29 Februari 1936 di Semarang. Setamat SMA bagian Sastra (1959), ia mengikuti kursus Pramugari Darat GIA Jakarta (1956), dan terakhir mengikuti kursus B-1 Jurusan Sejarah (1957). N.H. Dini mulai menulis sejak tahun 1951. Pada tahun 1953 cerpen-cerpennya mulai dimuat di majalah Kisah, Mimbar Indonesia, dan Siasat. Selain menulis cerpen, Dini juga menulis sajak dan sandiwara radio, serta novel. Berbagai penghargaan telah diterimanya, antara lain pemenang Lomba Penulisan naskah skenario untuk sandiwara radio se-Jawa Tengah (1955), mendapat hadiah pertama untuk lomba Penulisan Cerita Pendek dalam Bahasa Prancis se-Indonesia untuk cerpennya Sarang Ikan di Teluk Jakarta (1988). Pada tahun 1989
ia mendapat hadiah seni dari kementrian P & K untuk bidang sastra. Pada tahun 1991 Dini kembali memperoleh Piagam Penghargaan Upapradana dari Pemda TK I Jawa Tengah. Selain terus berkarya, Dini juga sibuk menerima undangan ceramah mengenai sastra dan budaya di dalam dan luar negeri. Selain itu, ia juga mengelola sebuah taman bacaan untuk remaja dan anak-anak di Semarang, yang kegiatannya mencakup latihan bahasa Indonesia dan diskusi. Sebagai sarana berlatih, coba kamu baca dengan saksama novel berikut ini! Keberangkatan Usaha nasionalisasi yang dilakukan pemerintah Indonesia pada tahun 1950-an, ternyata—sedikit banyak— telah ikut mendorong timbulnya
gelombang antibangsa asing. “Seolaholah telah direncanakan dari semula, tulisan-tulisan dengan huruf besar-besar dan nyata dalam warna menyala tergores pada tembok-tembok atau pintu rumah-rumah kediaman orang asing: Anjing Belanda, pulang ke negerimu! Ini bukan negeri orang bule!” (hlm. 27). Unjuk rasa yang menyatakan kebencian terhadap orang asing muncul di mana-mana. Gejolak sosial tersebut telah memaksa sejumlah keluarga asing, khususnya Belanda, atau keluarga Indo, hengkang, pergi meninggalkan Indonesia. Tidak terkecuali pula keluarga Frissart; salah satu keluarga Indo-Belanda. Mereka tak tahan tetap tinggal di Indonesia, lalu hijrah ke negeri Kincir Angin. Elisa Frissart, salah seorang anggota keluarga itu, ternyata sudah terlanjur betah tinggal di
Indonesia. la memutuskan untuk tidak ikut keluarganya pindah ke Belanda. Bahwa masyarakat menganggap keluarga Indo sebagai kaki tangan Belanda atau antek- antek imperialisme, tidaklah menyurutkan niatnya untuk tetap tinggal di Indonesia. Begitu pula bujukan ayahnya, tak membuatnya tergoda untuk ikut keluarganya. Elisa yang lahir dan dibesarkan di negeri ini, merasa sudah menjadi bagian dari bangsa dan tanah air yang telah memberinya penghidupan. Di balik perasaan keindonesiaannya itu, ada hal lain yang membuatnya berketetapan hati untuk tinggal
di Indonesia dan tidak ikut hijrah bersama keluarganya. Penyebabnya yang terutama adalah kekacauan dalam kehidupan keluarganya sendiri. la merasa hidup terbelenggu jika tinggal di lingkungan keluarganya. Ibunya terlalu banyak memaksakan kehendaknya sendiri. Kelakuan ibunya sering membuatnya tertekan. Dengan demikian, kepindahan orang tuanya ke Belanda justru ibarat awal kebebasannya. la merasa bakal
terbebas dari kukungan ibunya yang kejam. Perasaan itu sebenarnya sudah mulai ia rasakan setelah Elisa bekerja sebagai pramugari GIA. Dengan penghasilannya itu, ia sengaja tinggal di asrama, sematamata agar ia tidak terlalu dikekang. Namun, ternyata ibunya masih sering juga mengganggunya. Elisa kemudian pindah ke rumah dinas perusahaannya, bersama sahabatnya, Lansih. Setelah tinggal bersama rekan sejawatnya itu, perubahan mulai terjadi. Persahabatan dengan teman-teman prianya, tidak lagi terbatas dengan pemuda Indo, tetapi juga dengan pemuda lain dari berbagai suku bangsa. Di antara para pemuda yang datang bermaksud menjalin persahabatan dengan Elisa, hanya Sukoharjito, pemuda Jawa, yang berhasil merebut hati gadis Indo itu. Pemuda itu pula yang membawanya pada kenikmatan jatuh cinta. Tak berlebihan jika kemudian ia berharap agar pemuda itu segera meminangnya. Sementara berharap demikian, Elisa sendiri mulai dirundung kecemasan mengingat ia tak tahu persis asal-usul keluarganya. Persoalan itu bermula dari pertemuan Elisa dengan Rama Beick, seorang pastor kulit putih yang sudah menjadi warga negara Indonesia. Kemudian, Elisa mencoba melacak lebih jauh perihal latar belakang orang tuanya. Di luar dugaan, semakin banyak keterangan yang diperoleh, semakin membuatnya bingung. Persoalannya adalah bahwa ibunya sendiri mempunyai masa lalu yang kelabu; ia bukan wanita baik-baik. Elisa sendiri adalah buah dari hasil hubungan gelap ibunya dengan lelaki lain, yang tidak diketahui siapa orangnya. Keterangan tersebut justru datang dari kakak Elisa sendiri.
“...Siapa tahu barangkali kita berdua anak-anak adiknya atau
anak lelaki lain, anak-anak Thalib, pemuda pelukis yang dipungutnya dari jalanan. Dikatakannya dia bisa tidur dengan sepuluh lelaki berturut- turut. Oleh karenanya, dia tidak akan bisa mengetahui aku anak siapa dan kau anak siapa” (hlm. 91). Bagi Elisa yang merasa perlu memperoleh kepastian siapa ayahnya yang sebenarnya, keterangan tersebut membuatnya makin penasaran. la kemudian menemui Thalib, lelaki yang konon paling menyayanginya di antara lelaki yang pernah berhubungan dengan ibunya. Wanita Indo itu akhirnya berhasil juga menjumpai Thalib di Surabaya, sungguhpun lelaki itu sedang dalam keadaan sakit keras. Namun, dari keterangannya, jelas sudah bahwa Elisa adalah anak pelukis itu, Thalib, hasil dari perbuatan serong ibunya dengan lelaki itu. Sungguhpun Elisa masih belum yakin benar, ia berusaha menyembuhkan lelaki yang mengaku ayah yang sebenarnya itu. Keadaan Thalib makin baik, bahkan sudah mencoba melukis lagi. Namun, masalah yang kini dihadapi Elisa adalah hubungannya dengan Sukoharjito. Belakangan, pemuda keturunan bangsawan Solo itu, diketahui akan menikah dengan wanita lain yang sudah dihamilinya. Betapa
kecewanya Elisa. Sukoharjito yang menjadi tumpuan harapannya di antara lelaki lain yang berusaha merebut hati Elisa, termasuk Gail, seorang wartawan Amerika yang sangat menggodanya— justru telah menghancurkan segalanya; memupus juga keinginannya untuk menjadi warga negara Indonesia. Peristiwa itu telah menjungkirbalikkan sikap hidupnya semula. Elisa kemudian memutuskan untuk hijrah ke Belanda, menyusul keluarganya yang sudah lebih dulu berada di sana. Keputusan itu menjadi lebih kuat lagi setelah ia selamat dari kematian ketika pesawat yang membawanya ke Palembang, jatuh. Di samping itu, Elisa sendiri sudah merasa mulai bosan dengan pekerjaannya sebagai pramugari. Atas segala peristiwa itu, pada hari yang ditentukan, ia berangkat menyusul keluarganya ke Belanda. “Dengan hati rawan tetapi terang, tanah dan kotaku kutinggalkan” (hlm. 190).
Itulah langkah yang diambil gadis Indo yang karena kegagalan cintanya, terpaksa meninggalkan negeri ini; tanah yang telah melahirkan dan membesarkannya. Latihan: 1. Dari penggalan novel di atas, coba kamu analisis unsur intrinsik dan ekstrinsiknya! 2. Coba kamu temukan unsur- unsur ekstrinsiknya dan berilah penjelasan secukupnya! 1. Unsur Intrinsik 2. Unsur Ekstrinsik 3. Jenis-Jenis Novel N.H. Dini Share

Kata - Kata Bijak

"Seorang pemenang tidak
pernah menyerah, dan
orang yang menyerah tidak
pernah menang." "Syukurilah apa yang anda
dapatkan baik suka ataupun
tidak maka anda sudah
menghargai hidup anda
sendiri" "Pekerjaan yang berat
apabila kita menikmati
pekerjaan tersebut maka
pekerjaan akan menjadi
mudah dikerjakan dan
memuaskan" "Dalam hidup, ada hal yang
datang dengan sendirinya,
dan ada hal yang harus
diperjuangkan dahulu untuk
mendapatkannya." "Tidak ada satupun di dunia
ini, yang bisa di dapat
dengan mudah. Kerja keras
dan doa adalah cara untuk
mempermudahnya." "Keberhasilan kita di masa
depan lebih penting,
daripada kepedihan kita di
masa lalu." "Jangan membiarkan
masalah bertumpuk sampai
akhirnya kamu enggak bisa
menyelesaikannya" "Jangan terlalu berharap
apa yang dapat dunia
berikan untukmu,Tetapi
berikanlah yang terbaik
untuk dunia. Niscaya dunia
akan menjadi tempat yang lebih indah" "Memberi adalah wujud
perasaan berterima kasih
terhadap berkat-berkat
yang telah kita terima" "KASIH ITU MENUTUPI
BANYAK
KESALAHAN....KASIHILAH
MUSUHMU...Bagaimana
engkau dapat mengasihi
Tuhan yang tidak kelihatan bila manusia yang terlihat
saja tidak dapat kau kasihi" "Orang yang berpikiran
positif, dalam kondisi
apapun juga selalu memacu
dirinya sendiri ke arah yang
lebih baik, tanpa
terpengaruh oleh kondisi luar, selalu berusaha melihat
dari segi positif, dan
menjadikan halangan
sebagai tantangan untuk
maju" "Bila cintamu tak kunjung
tiba sedangkan umur terus
menua dan diri beranggapan
bahwa pernikahan harus
dijalankan demi mendapat
pengakuan, jangan ada keraguan untuk melanjutkan
asal tanamkan saling
pengertian, karena
pernikahan seperti ini akan
terhindar dari badai
kecemburuan" "Orang malas tidak akan
menangkap
buruannya,tetapi orang rajin
akan memperoleh harta yg
berharga" "Ketika kamu gembira,
kegembiraanmu tidak
melampaui hakmu.Ketika
kamu berkuasa, kamu tidak
mengambil sesuatu yang
bukan hakmu.” itulah adab orang beriman" "Orang sukses memiliki
kebiasaan melakukan hal
yang tidak suka dilakukan
oleh orang malas.Orang
sukses itu sendiri
sebenarnya juga tidak suka melakukannya,tapi
ketidaksukaan mereka di
taklukkan oleh kekuatan
tujuan mereka." "You Never Change If You
Never Try..do it your own
way by your self.Dont give
up and be a weak until we
die.Try to the best things
what you got. BECAUSE YOU ARE NOT A
LOOSER !!" "Apapun yang bisa di
bayangkan pikiran manusia,
serta di yakini dan
diusahakannya.. PASTI
AKAN TERCAPAI!!!" "Tanda akal seseorang itu
adalah pekerjaannya, dan
tanda ilmu seseorang itu
adalah perkataannya." "Gagal dalam kemuliaan
adalah lebih baik, daripada
menang dalam kehinaan dan
kecurangan." "Bicaralah ketika engkau
merasa tak kunjung
damai,biarkan teman''di
sampingmu setia untuk
mendengar semua
keluhanmu itu,karena dunia ini tak mungkin selalu ada
keluarga yang mampu
mendengar semua rasa yang
kau pendamkan dalam benak
mu.di samping mu masih ada
yang punyai derita batin sama seperti mu" "Tidak ada satupun sifat
yang diberikan Tuhan
kepada kita, yang tidak
pernah berguna." "Gagal dalam sebuah
pertempuran akan lebih
ksatria,daripada gagal
sebelum sempat menarik
pedang" "Rasa hormat tidak selalu
membawa persahabatan,
tapi persahabatan tidak
mungkin ada tanpa rasa
hormat." "Gagalnya cinta bukanlah
gagalnya hidup. Bahkan
banyak orang yg berhasil
karena ditempa kekecewaan
yg sangat mendalam." "Jangan bersedih jika kamu
tidak di hargai, tapi
bersedihlah jika kamu tidak
berharga lagi." "Jangan pernah perlihatkan
kesedihan kita di depan
umum, karena itu tak akan
pernah berguna." "Seorang ibu tidak pernah
memintamu untuk
meletakkan dunia di
tangannya, namun tutur kata
yang halus, perangai yang
santun, prilaku yang bertanggung jawab dari
seorang anak adalah
kebahagiaan buat seorang
Ibu" "Berpikir baik-baik sebelum
melangkah atau
mengucapkan sesuatu,
karena bertindak atau
berbicara yang tidak tepat
waktu dan sasaran justru akan berakibat buruk.
Adakalanya kita harus
melangkah, adakalanya kita
harus diam" "Jangan pernah berhenti
bermimpi...karena tak ada
yang mustahil...selama mau
berjuang untuk meraihnya" "Cinta seorang ibu berada
tepat di bawah cinta Tuhan
kepada kita. “Ibu tidak
pernah lelah untuk
menyayangi dan mengasihi
kita. Cinta nya lebih mulia daripada cinta seseorang
dimanapun di dunia ini. I’m
sorry Mom! I never meant to
hurt you! I never meant to
make you cry." "Tidak menyesali ataupun
dendam/marah pada hal-hal
yang sudah berlalu, dan
tidak menaruh rasa cemas
yang berlebihan akan masa
mendatang, itulah ketenangan sejati" "Salah satu hal yang tidak
dapat di daur ulang adalah
waktu yang telah terbuang.
Jadi pastikanlah kamu
menggunakan setiap
waktumu dengan baik." "Jangan engkau katakan
setiap apa yang engkau
ketahui, tapi ketahuilah
setiap apa yang engkau
katakan." "Membuang waktu mu untuk
melakukan hal yang tidak
berguna dapat
menghancurkan masa
depanmu"

Mari Belajar!

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman
atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat
adanya interaksi antara stimulus dan respon.[1] Seseorang dianggap telah
belajar sesuatu jika dia dapat
menunjukkan perubahan
perilakunya. Menurut teori ini
dalam belajar yang penting
adalah input yang berupa stimulus dan output yang
berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang
diberikan guru kepada pelajar,
sedangkan respon berupa
reaksi atau tanggapan pelajar
terhadap stimulus yang
diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara
stimulus dan respon tidak
penting untuk diperhatikan
karena tidak dapat diamati dan
tidak dapat diukur, yang dapat
diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa
yang diberikan oleh guru
(stimulus) dan apa yang
diterima oleh pelajar (respon)
harus dapat diamati dan diukur. Penjelasan Definisi Perubahan akibat belajar
dapat terjadi dalam berbagai
bentuk perilaku, dari ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotor. Tidak terbatas
hanya penambahan pengetahuan saja. Sifat perubahannya relatif
permanen, tidak akan
kembali kepada keadaan
semula. Tidak bisa
diterapkan pada perubahan
akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan,
sakit, mabuk, dan
sebagainya. Proses perubahan tingkah
laku dinyatakan dalam
bentuk penguasaan,
penggunaan, dan penilaian
terhadap sikap dan nilai-nilai
pengetahuan yang terdapat dalam berbagai bidang studi
atau lebih luas lagi dalam berbagai aspek kehidupan[2] . Perubahannya tidak harus
langsung mengikuti
pengalaman belajar.
Perubahan yang segera
terjadi umumnya tidak dalam
bentuk perilaku, tapi terutama hanya dalam
potensi seseorang untuk
berperilaku. Perubahan terjadi akibat
adanya suatu pengalaman, praktik[2] atau latihan. Berbeda dengan perubahan
serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah. Perubahan akan lebih mudah
terjadi bila disertai adanya
penguat, berupa ganjaran
yang diterima - hadiah atau
hukuman - sebagai
konsekuensi adanya perubahan perilaku tersebut. Proses perubahan dalam
belajar menuju ke arah
tujuan yang lebih baik dan
bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain[3]. perasaan bangga dalam diri
karna dapat mengerti dan
paham akan apa yang di
pelajari.

Jumat, 31 Mei 2013

Citraan dalam Puisi dan Contohnya

Citraan Adalah penggambaran mengenai objek berupa kata, frase, atau kalimat yang tertuang di dalam puisi atau prosa. Citraan dimaksudkan agar pembaca dapat memperoleh gambaran konkret tentang hal-hal yang ingin disampaikan oleh pengarang atau penyair. Dengan demikian, unsur citraan dapat membantu kita dalam menafsirkan makna dan menghayati sebuah puisi secara menyeluruh.
Jenis Citraan dibagi menjadi 7, yakni:
1. Citraan penglihatan, yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera penglihat (mata). Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada mata sehingga seolah-olah dapat melihat sesuatu yang sebenarnya tidak terlihat.
2. Citraan pendengaran, yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera pendengar (telinga). Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada telinga sehingga seolah-olah dapat mendengar sesuatu yang diungkapkan melalui citraan tersebut.
3. Citraan perabaan, yaitu citraan yang melibatkan indera peraba (kulit), misalnya kasar, lembut, halus, basah, panas, dingin, dll.
4. Citraan penciuman, yaitu citraan yang berhubungan dengan indera pencium (hidung). Kata-kata yang mengandung citraan ini menggambarkan seolah-olah objek yang dibicarakan berbau harum, busuk, anyir, dll.
5. Citraan pencecapan, yaitu citraan yang melibatkan indera pencecap (lidah). Melalui citraan ini seolah-olah kita dapat merasakan sesuatu yang pahit, asam, manis, kecut, dll.
6. Citraan gerak, yaitu citraan yang secara konkret tidak bergerak, tetapi secara abstrak objek tersebut bergerak.
7. Citraan perasaan, yaitu citraan yang melibatkan hati (perasaan). Citraan ini membantu kita dalam menghayati suatu objek atau kejadian yang melibatkan perasaan.
1. Citraan Isi Puisi
Untuk menyampaikan maksud, ide, dan gagasannya, pengarang berusaha mengkonkretkan melalui gambaran (citraan) penginderaan, perasa, dan pendapat. Dengan penggambaran atau citraan itu, ide dan gagasan pengarang akan semakin mudah ditangkap pembacanya.
Perhatikan contoh citraan puisi berikut ini!
………………………………..
Angin berhembus tertahan-tahan
Daun berisik rasa kesukaan
Bulan perlahan-lahan
Menuju maghrib peraduan
Karya Y.E. Tatengkeng
Pada baris pertama puisi di atas seolah-olah pembaca merasakan hembusan angin, ” angin berhembus tertahan-tahan”. Inilah yang dimaksud gambaran perasa. “Daun berisik rasa kesukaan” pada baris kedua seolah pembaca dapat mendengar suara daun yang berisik.Larik “bulan perlahanlahan”, “menuju maghrib peraduan” merupakan penggambaran indera penglihatan, yakni sedang menyaksikan bulan yang akan segera tenggelam.
2. Menentukan Gambaran Penginderaan, Perasa, Pendapat, dan Merefleksikan Isi Puisi
Bacalah puisi berikut ini dengan cermat!
Tanah Kelahiran
Seruling di pasir tipis, merdu
Antara gundukan pohon pina
Tembang menggema di dua kaki,
Burangrang-Tangkubanperahu Jamrut di pucuk-pucuk
Jamrut di air tipis menurun Membelit tangga di tanah merah
Dikenal gadis-gadis dari bukit
Nyanyikan kentang sudah digali
Kenakan kebaya ke pewayangan, Jamrut di pucuk-pucuk,
Jamrut di hati gadis menurun. (Ramadhan K.H., Priangan Si Jelita)

Makalah tentang Global warming

BAB 1
Pendahuluan
1. Pengertian
Pengertian dari pemanasan global itu sendiri adalah meningkatnya temperatur rata-rata bumi sebagai akibat dari akumulasi panas di atmosfer yang disebabkan oleh Efek Rumah Kaca. Panas dari bumi yang seharusnya dipantulkan lagi ke angkasa, tertahan oleh gas-gas rumah kaca yang terkandung dalam atmosfer. Gas tersebut antara lain adalah karbon dioksida dan metana. Faktor utama penyebab makin meningkatnya gas-gas tersebut adalah perkembangan teknologi yang tidak ramah lingkungan. Kebutuhan manusia terus bertambah. Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut dengan cepat dan efesien, dibutuhkan industri-industri besar. Memang hasilnya bagi manusia sangat menguntungkan, tapi limbah hasil keluaran pabrik itu yang sangat tidak berpihak pada alam. Air, Udara, dan tanah akan tercemar jika tidak ditangani dengan sistem penanggulangan yang berwawasan lingkungan. Meningkatnya jumlah kendaraan berbahan bakar fosil juga akan ikut mempercepat pemanasan global. Asap hasil emisi kendaraan bermotor yang tidak sempurna mengandung karbon dioksida dan karbon monoksida. Dua jenis material tersebut tidak sanggup diserap seluruhnya oleh tumbuhan yang jumlahnya semakin berkurang. Dampak yang diakibatkan oleh pemanasan global hampir semuanya negatif. Mungkin ada beberapa dampak positif dari fenomena ini, tapi yang akan kita bahas hanyalah dampak negatifnya.Secara tidak langsung, pemanasan global ini berpengaruh pada cuaca yang tidak menentu. Suhu rata-rata permukaan bumi meningkat secara bertahap. Dari naiknya suhu rata-rata tersebut, tingginya permukaan air laut juga berpengaruh. Pemanasan yang berpusat di belahan utara bumi,menyebabkan es di kutub utara mencair. Dengan cairnya es tersebut, debit air laut akan bertambah dan menyebabkan pulau-pulau rendah akan tenggelam dan hilang. Hasil pertanian pun tidak luput dari pengaruh pemanasan global. Hujan atau kemarau yang terlalu panjang, menyebabkan sering terjadi banjir atau kekeringan parah. Pertumbuhan tanaman akan terganggu yang pada akhirnya juga akan mengurangi hasil panenan.
Dalam laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2007, dapat dilihat dampak pemanasan global yang akan terjadi per 1 derajat Celcius kenaikan rata-rata suhu dunia dalam rentang kenaikan 1-5 derajat Celcius. Berdasarkan data ini, antara 1970 hingga 2004, diIndonesia telah terjadi kenaikan suhu rata-rata tahunan antara 0,2-1 derajat Celcius yang dapat mengakibatkan penurunan produksi pangan sehingga bisa meningkatkan risiko bencana kelaparan, peningkatan kerusakan pesisir akibat banjir dan badai, peningkatan kasus gizi buruk dan diare, serta perubahan pola distribusi hewan dan serangga sebagai vektor penyakit. Dari segi kesehatan, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakitatau meninggal karena stress udara panas. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka. Saat ini, 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit malaria. Persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jika temperatur meningkat. Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, demam berdarah dengue, demam kuning, dan encephalitis. Para ilmuan juga memprediksi meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.
BAB II
Permasalahan
2. Latar Belakang Masalah
terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia Semenjak manusia pada jaman purbakala sampai dengan jaman sekarang, manusia telah mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya yang telah kita kenal dengan berbagai jaman seperti jaman meolitikum, neolitikum. Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai sekarang. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Dengan orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk
menjaga kelangsungan hidup manusia pula. Dan pada saatnya, perkembangan manusia telah mengalami jaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan manusia pada bidang perindustrian. Dengan orientasi hidup tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran perlahan-lahan. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak baik positif maupun negatif. Salah satu dampak revolusi industri yang telah adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia serta manusia dan kehidupannya. Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat ini. Dampak negatif ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming. Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih diperdebatkan kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap Global Warming adalah alasan yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian.
BAB III
Solusi dan Pencegahan
3.1 Jadilah vegetarian
Memproduksi daging sarat CO2 dan metana dan membutuhkan banyak air. Hewan ternak sepertisapi atau kambing merupakan penghasil terbesar metana saat mereka mencerna makananmereka. Food and Agriculture Organization PBB menyebutkan produksi daging menyumbang 18 % pemanasan global, lebih besar daripada sumbangan seluruh transportasi didunia 13,5%. Lebih lanjut, dalam laporan FAO, “Livestock’s Long Shadow”, 2006 dipaparkan bahwa peternakan menyumbang 16% gas nitro oksida dunia (310 kali lebih kuat dari CO2) dan 37% gas metana dunia (72 kali lebih kuat dari CO2). Selain itu, United Nations Environment Programme, dalam buku panduan “Kick The Habit”, 2008, menyebutkan bahwa pola makan daging untuk setiap orang per tahunnya menyumbang 6700 kg CO2, sementara diet van per orangnya hanya menyumbang 190 kg CO2. Tidak mengherankan bila ahli iklim terkemuka PBB, yang merupakan Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change PBB, Dr. Rajendra Pachauri, menganjurkan orang untuk mengurangi makan daging.
3.2 Tanam Pohon
Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya. Dalam seluruhmasa hidupnya, satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2. United Nations EnvironmentProgramme (UNEP) melaporkan bahwa pembabatan hutan menyumbang 20% emisi gas rumahkaca. Seperti kita ketahui, pohon menyerap karbon yang ada dalam atmosfer. Bila merekaditebang atau dibakar, karbon yang pernah mereka serap sebagian besar justru akan dilepaskan kembali ke atmosfer. Maka, pikir seribu kali sebelum menebang pohon di sekitar Anda. Pembabatan hutan juga berkaitan dengan peternakan. Tahukah Anda area hutan hujan seukuran lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak? Bila Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda dapat menyelamatkan 1 ha pohon per tahunnya.
3.3 Bepergian yang Ramah Lingkungan
Cobalah untuk berjalan kaki, menggunakan telekonferensi untuk rapat, atau pergibersama-sama dalam satu mobil. Bila memungkinkan, gunakan kendaraan yang menggunakanbahan bakar alternatif. Setiap 1 liter bahan bakar fosil yang dibakar dalam mesin mobil menyumbang 2,5 kg CO2. Bepergian dengan pesawat menyumbang 3-5% gas rumah kaca.
3.4 Kurangi Belanja
Industri menyumbang 20% gas emisi rumah kaca dunia dan kebanyakan berasal daripenggunaan bahan bakar fosil. Jenis industri yang membutuhkan banyak bahan bakar fosilsebagai contohnya besi, baja, bahan-bahan kimia, pupuk, semen, gelas, keramik, dan kertas. Olehkarena itu, jangan cepat membuang barang, lalu membeli yang baru. Setiap proses produksibarang menyumbang CO2.
3.5 Beli Makanan Organik
Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian konvensional.The Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik dapat mengurangi 26% CO2yang disumbang oleh pertanian.
3.6 Gunakan Lampu Hemat Energi
Bila Anda mengganti 1 lampu di rumah Anda dengan lampu hemat energi, anda dapat menghemat 400 kg CO2 dan lampu hemat energi 10 kali lebih tahan lama daripada lampu pijar biasa.
3.7 Gunakan Kipas Angin
AC yang menggunakan daya 1.000 Watt menyumbang 650 gr CO2 per jamnya. Karena itu, mungkin Anda bisa mencoba menggunakan kipas angin.
3.8 Jemur Pakaian Anda di bawah Sinar Matahari
Bila Anda menggunakan alat pengering, Anda mengeluarkan 3 kg CO2. Menjemur pakaian secara alami jauh lebih baik: pakaian Anda lebih awet dan energi yang dipakai tidak menyebabkan polusi udara.
3.9 Daur Ulang Sampah Organik
Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca melalui metana yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah. Dengan membuat pupuk kompos darisampah organik (misal dari sisa makanan, kertas, daun-daunan).
3.10 Pisahkan Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang
Mendaur ulang aluminium dapat menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk memproduksi kaleng aluminium yang baru – menghemat 9 kg CO2 per kilogram aluminium! Untuk 1 kg plastik yang didaur ulang, Anda menghemat 1,5 kg CO2, untuk 1 kg kertas yang didaur ulang, Anda menghemat 900 kg CO2.
BAB IV
Penutup
4.1 Kesimpulan
Dampak negatif dari pemanasan global memang sangat banyak. Baik itu secara langsung atau tidak langsung pada manusia. Secara tidak langsung yaitu dengan merusak lingkungan yang akan mengganggu pemenuhan kebutuhan manusia. Secara langsung yaitu dengan suhu yang terasa semakin panas yang mengganggu kesehatan manusia. Pemanasan global memang tidak bias dicegah, Tapi hal tersebut masih bisa diperlamban. Mulai dengan pengembangan teknologi yang berwawasan lingkungan dan menjalankan prinsip daur ulang, menggunakan kembali barang yang masih bisa dipakai, dan mengurangi penggunaan SDA yang tidak perlu.
Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya. Penangguangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pemanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini.
3.2 Langkah Lanjut
· Memperbanyak jalur sepeda dan pejalan kaki. mengurangi penggunaan kendaraan pribadi .
· Memberi label jumlah CO2 yang dihasilkan pada produk makanan.
· menghisap CO2 dan menyimpannya di dalam tanah.
· meningkatkan penggunaan energi nuklir